• Follow Us On : 
Vaksin Sinopharm Memiliki Tingkat Efikasi Tinggi

Vaksin Sinopharm Memiliki Tingkat Efikasi Tinggi

Ahad, 30 Mei 2021 - 06:59:16 WIB

SERAMBIRIAU.COM - Vaksin COVID-19 produksi Sinopharm telah mendapatkan persetujuan Emergency Use of Authorization (EUA) di lebih dari 27 negara termasuk Indonesia mengeluarkan EUA sejak April 2021. Vaksin ini juga telah mendapatkan Emergency Use of Listing (EUL) dari WHO pada 7 Mei 2021. 

"Studi klinis fase 3 pada lebih dari 42 ribu subjek di Uni Emirat Arab dan beberapa negara, menunjukkan efikasi vaksin Sinopharm sebesar 78,02%. Hasil pengukuran imunogenesitas penggunaan vaksin menunjukkan pembentukan antibodi tergolong tinggi pada orang lansia dan dewasa," kata Juru Bicara Penganganan COVID-19, Wiku Adisasmito menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, yang juga disiarkan dan diakses di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (29/7/2021).

Meski demikian, perlu diingat bahwa vaksinasi saja belum cukup memberi perlindungan prima dalam mencegah penularan. Karena seluruh jenis pengendalian COVID-19 saling melengkapi, dan tidak bisa berdiri sendiri dan dijalankan dalam waktu bersamaan. Indonesia saat ini masih memfokuskan pada kelompok rentan terpapar COVID-19. 

Karena itu juga, untuk vaksin terhadap anak-anak belum diutamakan mengingat di tingkat dunia sebagian merk vaksin belum sepenuhnya diuji pada kategori pada anak-anak. "Saat ini Indonesia fokus kelompok rentan, dan secara statistik didominasi usia 18 tahun. Hal ini untuk memperlambat laju penularan," lanjutnya. 

Lalu, perkembangan terbaru dari hasil Whole Genome Sequencing (WGS) per 25 Mei 2021, ada sebanyak 1.744 WGS yang dikumpulkan ke bank data GISAIDM, dimana sebanyak  1.711 diantaranya sudah selesai dilakukan. Sedangkan untuk varian of concern yang terdeteksi ialah jenis B117 sebanyak 16 kasus, varian B1617+ sebanyak 27 kasus, varian B1351 sebanyak 2 kasus dan varian B1525 sebanyak 1 kasus. 

Namun masyarakat sebaiknya tidak fokus terhadap penemuan varian virus. Melainkan adanya data terbaru hasil WGS dijadikan upaya meningkatkan kewaspadaan dengan semakin mematuhi protokol kesehatan. "Dan adanya varian baru tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan. Karena dapat berujung pada melemahkan imunitas diri," pesan Wiku.(Mcr)


Akses Serambiriau.com Via Mobile m.Serambiriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT

Rapat Paripurna DPRD Kota Pekanbaru Pandangan Dewan Terhadap Ranperda Industri Pekanbaru 2018-2038

Selasa, 06 November 2018 - 16:29:36 WIB

Vaksin Tahap Awal Juga Untuk Pimpinan Daerah dan Sejumlah Tokoh Masyarakat

Senin, 11 Januari 2021 - 13:48:15 WIB

Santunan Rutin dan Gebyar Ramadan PD Aisyiyah Kota Pekanbaru sempena Milad Aisyiyah ke 104

Sabtu, 08 Mei 2021 - 11:39:37 WIB

Wagubri Saksikan Pemusnahan, Ribuan Botol Miras dan Narkoba

Selasa, 28 Mei 2019 - 11:37:58 WIB

Baru 30 Industri di Riau Yang Berstandar SNI, Gubri Resmikan KLT di Pekanbaru

Selasa, 23 April 2019 - 16:02:41 WIB

1342 Pasien Positif Corona di Pekanbaru Sembuh

Jumat, 02 Oktober 2020 - 11:16:26 WIB

BERGABUNG DI SINI