Pekanbaru Butuh Rp40 Miliar Untuk Tangani Stunting

Pekanbaru Butuh Rp40 Miliar Untuk Tangani Stunting
Kepala Disdalduk KB Kota Pekanbaru Muhammad Amin

Pekanbaru - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru mencatat, per Maret 2024 masih terdapat sebanyak 221 kasus stunting di wilayah setempat.

Berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasiskan Masyarakat (E-PPGBM), angka stunting tertinggi terdapat di Kecamatan Limapuluh berjumlah 40 kasus.

"Jumlah balita yang sedikit (alami stunting) di Senapelan, hanya 2 balita. Jadi, total anak stunting berdasarkan pengukuran di posyandu sebanyak 221 orang hingga Maret lalu," ungkap Kepala Disdalduk KB Kota Pekanbaru Muhammad Amin, Rabu (29/5/2024).

Ia menyampaikan, untuk penanganan stunting tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp40 miliar.

Anggaran puluhan miliar itu merupakan kebutuhan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan dengan penanganan stunting. Untuk penanganan sendiri tidak lagi difokuskan pada anak bawah lima tahun (balita).

"Ada delapan aksi dalam penanganan stunting ini, antara lain analisa situasi, aksi rembuk stunting, pengukuran anak, dan terakhir review," ungkap Amin.

Sementara itu untuk kelanjutan program Bapak/Ibu Asuh Anak Stunting (BAAS), Amin menyebutkan sudah dikonsultasikan dengan Pj Walikota Pekanbaru Risnandar Mahiwa.

"Kami akan merekapitulasi pihak-pihak yang akan terlibat dalam program BAAS ini," ujarnya.

"Karena, BAAS ini tidak hanya difokuskan lagi pada anak stunting. Tetapi, program BAAS ini dikembangkan pada calon pengantin, ibu hamil, ibu dalam masa menyusui, anak bawah dua tahun, dan anak bawah lima tahun," tutup Amin menambahkan.

Berita Lainnya

Index