Peran Etika Bisnis di Media Sosial pada masa pandemi

Peran Etika Bisnis di Media Sosial pada masa pandemi
Ilustrasi

Etika bisnis adalah tindakan yang dilakukan dalam kegiatan bisnis dengan tidak menyalahi aturan organisasi dan masyarakat. Dalam etika bisnis, setiap kegiatan harus dalam keadaan wajar dan sesuai dengan norma dan etika yang berlaku

Pemerintah menginginkan media sosial (Medsos) dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif, mendorong kreativitas dan inovasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Perkembangan teknologi informasi yang pesat tersebut harus betul-betul kita arahkan, kita manfaatkan  ke arah yang positif, ke arah untuk kemajuan bangsa kita. 

Untuk menambah pengetahuan, memperluas wawasan, menyebarkan nilai-nilai positif, nilai-nilai optimisme, nilai-nilai kerja keras, nilai-nilai integritas dan kejujuran, nilai-nilai toleransi dan perdamaian, nilai-nilai solidaritas dan kebangsaan," kata Presiden Joko Widodo

Di zaman sekarang ini, jejaring sosial atau yang biasa disebut dengan media sosial sangat akrab bagi semua orang.Banyak orang di  sekitar yang  menghabiskan waktunya di media sosial, baik itu untuk bermain game, berkomunikasi dengan teman atau kerabat, dan aktivitas jual beli online.

Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Mikro pada masa Pandemi Covid-19 sudah berlangsung hampir setahun sejak peraturannya diberlakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Sejumlah perusahaan bahkan terpaksa hanya mengaktifkan sekitar 50% karyawan dalam setiap harinya, sementara lainnya Work From Home. 

Bahkan dunia Pendidikan memberlakukan sistem Daring (Dalam Jaringan) atau School From Home. Dalam sekejap, bukan hanya perusahaan besar, namun banyak usaha kecil menengah mengalami penurunan penjualan secara drastis efek PSBB ini. Masyarakat belajar memahami situasi, melakukan banyak aktifitas dari rumah, dan beradaptasi dengan berbelanja secara online. Peran media sosial sebagai salah satu alat yang digunakan dalam bidang pemasaran digital menjadi media penting dalam meningkatkan penjualan.

Namun terkadang dalam penggunaan teknologi ada beberapa orang memanfaatkannya teknologi dengan hal yang salah, tentunya seperti itu tidak baik jika, di dalam dunia pendidikan hingga masyarakat umum, oleh itu tidak sedikit orang yang merasa dirugikaan dengan adanya teknologi, maka timbul adanya beretika dalam teknologi informasi. Sehingga sangat perlu dibutuhkan etika-etika dalam penggunaan teknologi informasi, dimana kita bisa menempatkan diri agar tidak terjadi  hal yang tidak di harapkan, diantaranya kita harus menghargai karya orang lain dengan tidak melakukan duplikasi tanpa seizin pencipta. 

Pada era globalisasi tentu akan timbulnya dampak positif dan negatif pada setiap fungsi dan penggunanya, seperti yang kita tau dampak positifnya penggunaan teknologi informasi diberbagai bidang yaitu proses belajar mengajar dari kertas menjadi media online, penggunaan alat alat medis, pada jasa transportasi online, dan pada bidang lainnya. 

Tidak hanya dampak positif pada teknologi informasi juga terdapat dampak negatif yaitu menjadi malas untuk melakukan kegiatan hanya mengandalkan online agar lebih praktis, dan dimanjakan dengan adanya teknologi yang semakin canggih membuat kita harus bertarung dengan diri kita dan mental. 

Sehingga semua kembali pada hakikatnya, yaitu diri kita sendiri yang mampu menjadi benteng pada era globalisasi, apalagi masa pandemi covid19 ini yang kita butuhkan dan ingin selalu ada dan cepat dengan menggunakan satu jari anda yaitu dengan teknologi.

Penulis : yola novriyani dan satria edi putra 
Universitas muhammadiyah riau

Berita Lainnya

Index